Aplikasi Terdistribusi Wonderware InTouch pada Jaringan

Selain diterapkan pada aplikasi stand alone, Wonderware InTouch dapat juga digunakan sebagai aplikasi yang terdistribusi pada suatu jaringan. Sehingga Anda bisa menampilkan 1 aplikasi InTouch di beberapa komputer sekaligus dalam suatu jaringan.

Setelah berdiskusi dengan mas Tonny Leonard, saya bisa menerapkannya saat memberi pelatihan minggu lalu. Berikut ringkasannya.

Arsitektur jaringan

Dalam membangun aplikasi Wonderware InTouch yang terdistribusi, ada 3 buah pilihan arsitektur yang dapat digunakan :

  1. Client based architecture
  2. Server based architecture
  3. Network Application Development (NAD)

Pihak Wonderware sendiri mengklaim bahwa pendekatan NAD adalah yang paling lengkap, namun untuk alasan kesederhanaan kita akan menggunakan client based architecture. Berikut ini arsitektur yang saya gunakan.

Client-based Architecture

Dalam arsitektur ini, masing – masing komputer yang ingin menampilkan suatua aplikasi InTouch harus diinstall secara penuh. Jika memungkinkan setiap aplikasi juga memiliki I/O Server sendiri – sendiri. Sehingga arsitektur ini memiliki kelebihan redundancy, sehingga jika salah 1 komputer bermasalah/mati sistem tidak akan terganggu.

Namun dalam penerapan yang saya lakukan, hanya 1 komputer utama yang terhubung dengan PLC fisik melalui komunikasi serial RS 232. Sehingga untuk data I/O, komputer lain (sebagai client) perlu “meminta” pada komputer utama tersebut (sebagai server). Akibatnya perlu dilakukan remote tag referencing yaitu melakukan pembacaan pada tag yang berada di lokasi lain dalam suatu jaringan.

Remote Tag Referencing

Salah satu cara untuk melakukan remote tag referencing ini ialah pada konfigurasi Access Name suatu I/O tag komputer client, dimana pada bagian Node name harus kita isi dengan nama komputer server yang mengakses PLC. Pada aplikasi stand alone, bagian ini kita kosongi karena operasi berjalan secara lokal saja. Hanya dengan langkah ini, normalnya Anda sudah bisa mengakses I/O tag di komputer server dari komputer client.

Hal lain yang harus Anda perhatikan ialah untuk komputer Client harus menggunakan protokol SuiteLink (bukan DDE), sedang komputer Server bisa menggunakan keduanya. Selain itu, komputer – komputer yang digunakan harus berada dalam 1 jaringan atau workgroup.

Sumber : InTouch HMI Application Management and Extension Guide, InTouch HMI Data Management Guide

11 comments on “Aplikasi Terdistribusi Wonderware InTouch pada Jaringan

  1. mas, untuk server menggunakan aplikasi apa mas menggunakan FINS ethernet apakah bisa di gunakan untuk komunikasi ke komputer client secara ethernet???

    salam,,,

    • Kalau yang saya coba pake Omron Host Link saja mas. Jadi komonikasi Ethernet numpang komputer, bukan langsung dari I/O Server.
      Hanya saja di masing – masing komputer saya pasangi InTouch, jadi bisa bertukar data dengan SuiteLink.

      • omron hostlink nya itu software ya mas? ada link untuk donload atau keterangan lebih lanjut,, apabila menggunakan FINS ethernet yang yang DA server nya dari wonderware bisa ga mas?

  2. @mas alfian : jawabannya bisa mas :) justru kalo fins ethernet basednya udah ethernet tcp ip, arsitekturnya jadi server redundant malah, kalo percobaan yg dibuat mas handy masi single server (karena menggunakan rs232)

    • Thanks mas Fathoni bantuannya :) ..
      Betul mas, Server saya hanya 1 jadi masih pake RS 232..
      Omron Host Link ialah I/O driver yang lama dari Omron. I/O driver untuk PLC Omron yang baru : DAS FINS Serial (untuk rs 232) dan DAS FINS Ethernet (untuk ethernet).
      Jika menggunakan DAS FINS Ethernet pasti bisa sekali, karena protokolnya sudah ethernet (langsung standar jaringan), tapi hal itu berarti PLC Omron sudah dilengkapi dengan modul ethernet juga..
      Demikian mas Alfian..

      • nyela lagi mas handy , share dikit :)
        satu hal kalo bermain di InTouch, yang saya ga sukain
        dari dulu Suite Link nya memble :( dan hal ini ga solve2 sampe sekarang

        terutama jika tag nya udah lebih dari 3000-an banyak analog tagname ,
        wah siap2 aja , refresh update nya bisa molor sampe 3-5 detik
        apalagi kalo menggunakan tipe PLC yang midle to low scale (scan timenya lambat)

        kemudian InTouch sebenernya bukan di peruntukkan untuk sistem Server – Client yg bener, kalo gw bilang masi banci , karena tag di sisi client harus satu persatu di create mengikuti “view” si server, beda jika di Citect atau WinCC yang tinggal load ke sisi OS Clientnya

        hal ini dperbaiki InTouch dengan keluarnya IAS atau yang sekarang namanya Wonderware App Server, cuma harganya :(

        mungkin mas Handy sebagai empunya Wonderware InTouch bisa memperbaiki atau nambahin

        • Mas Fathoni, terima kasih share pengalamannya.
          Sekedar nanya mas, apa sudah pernah pakai konfigurasi NAD dari InTouch? Karena konfigurasi tersebut diklaim lebih baik.
          Mahasiswa saya pernah nyoba untuk TA, tapi karena tag sedikit jadi seperti tidak ada pengaruhnya.
          Thanks for enlightening discussion!

          • yup, untuk node yang banyak di sarankan menggunakan NAD,
            di industri pasti menggunakan NAD , karena node pasti lebih dari satu, bahkan sampai puluhan, bisa dibayangin kalo gak pake NAD, develop di satu tempat, terus copy paste di node yang lain :(

            jika menggunakan NAD, develop cukup di satu node kemudian load ke semua NAD client, dan semua aplikasi di NAD Client akan mengikuti seperti NAD server

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s