Project Akhir Automasi 1 – Sistem Pengisian Minuman Otomatis

Stevi, Ferry, dan Alvin membuat sistem pengisian minuman otomatis yang membuat orang lain geleng – geleng, karena plant yang dirancang sudah bisa dijadikan Tugas akhir.

Sistem ini terdiri dari pengisian minuman otomatis di area tertentu (dideteksi dengan sensor cahaya),

Sistem ini juga menggunakan semacam piston untuk pressing tutup botol.

Kelompok ini juga menggunakan panel dan sistem wiring yang cukup rapi. Juga ada pneumatic valve yang dipakai, meskipun belum bisa berjalan baik karena tekanan yang dihasilkan kompresor yang mereka miliki kurang sesuai dengan spesifikasi dari PV tersebut.

Anyway, usaha yang hebat. Menembus batas!

25 thoughts on “Project Akhir Automasi 1 – Sistem Pengisian Minuman Otomatis

    1. handyw Post author

      Wah nggak juga kok mas.. Kebetulan kelompok yang buat ini “niat banget”, dan dengan sukarela (dan swadaya) membuat alat untuk tugas ini.. trus ada mahasiswa yang kebetulan orang tua memiliki bengkel untuk membuat mesin, jadi ya sekalian..
      Tapi kalo sudah seperti ini, biasanya saya minta lanjutin ke skripsi, supaya gak “sia – sia” biaya yang dah dikeluarkan..

      Tapi bagusnya, dengan keluar usaha (misal : dana) yang besar, mereka benar – benar menghargai proses belajar yang ada. salut buat mereka..

      Salam..

      Like

      Reply
    1. handyw Post author

      PLC pake Omron CPM1 yang kecil saja.. Pake PLC merk dan tipe yang lain pasti juga bisa..
      Semoga membantu..

      Like

      Reply
    1. handyw Post author

      Edy, apanya yang konstan? Debit, flow?
      Pada prinsipnya supaya ada variabel yang konstan harus menggunakan konsep “closed loop control system”. Sedang di project ini tidak, karena hanya menekankan pada pengaturan urutan dengan PLC, jadi sifatnya “open loop”.
      Misal ingin mengatur ketinggian air supaya konstan, maka yang dipakai : sensor ketinggian air. Selain itu juga harus ada bagian penghitung error dan kontroler juga. Coba deh baca buku – buku kontrol yang ada (biasanya : Katsuhiko Ogata, Benjamin C. Kuo, dll).
      Salam..

      Like

      Reply
  1. akbar

    aq electricall engineering garuda food..aq cuma kasih saran aja klo mesin gitu ce biasa aja..lagian klo di perusahaan itu lebih komplek….aplikasinya juga udah pake touch screen….klo minat hub aq 031 72110432 (akbar)

    Like

    Reply
    1. Handy Post author

      Halo mas Akbar, memang kalau di industri mesin ini ya sangat umum.
      Tapi karena ini dilakukan mahasiswa secara mandiri jadinya layak diapresiasi.
      Trims comment-nya..

      Like

      Reply
    2. Fathoni

      ckckckck komennya sangat jumawa sekali ini, inget mas … diatas langit masi ada langit, segala sesuatu yang susah harus dimulai dari yang mudah2 dulu, ibarat kata kalo dasarnya udah kuat gampang buat lanjutinnya🙂

      dulu pas saya training DCS pun semua dimulai dari hal hal yang mudah (biasanya lampu lalu lintas)

      tetap berkarya mas handy, kembangkan otomasi dimulai dari institusi pendidikan🙂

      Like

      Reply
  2. GoDhit

    Hallo, untuk can filler ini memang sederhana karena untuk minuman memang mudah penanganannya, tapi salut karena sudah berfikir ke arah industri. Coba tawarkan ke mahasiswa anda untuk kembangkan lagi ide tsb mulai seperti dari umpan kemasan–>multi valve filling & weighing –> press/roll tutup–> dozing–>palleting; untuk lingkungan flamable

    Like

    Reply
  3. budi

    mas,mau tanya..itu pakai valve type apa (catu dc/ac,ukuran orifitnya berapa)..saya ada tugas kuliah pakai selenoid vave juga
    makasih🙂

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s