Profesi “Automation Engineer” di Indonesia

Siapakah “Automation Engineer (AE)”? Secara sederhana berarti engineer yang mengurusi bidang otomasi suatu perusahaan. Kalau melihat kompetensi yang dibutuhkan oleh AE, maka seorang AE haruslah menguasai bidang kontrol, manufaktur, IT, sampai sedikit manjemen. Bagaimana dengan realita profesi AE di Indonesia?

lundgren_74_ee_640

Beberapa waktu lalu saya sempat berdiskusi dengan teman saya, inisialnya B🙂, yang menjadi AE di sebuah perusahaan system integrator di Jakarta.  Karena dengan semangat ia membagikan pengalamannya dalam bekerja, maka tulisan ini ini muncul. Menurut dia, tugas AE adalah melakukan :

  • Survey awal – mengamati, berdiskusi dengan client dan mendokumentasikan kebutuhan sistem
  • Membuat program PLC (dan SCADA jika perlu) untuk kebutuhan sistem
  • Instalasi hardware & wiring PLC (dibantu teknisi)
  • Membuat dokumentasi untuk perusahaan (kebutuhan maintenance) yang berisi :
    • Petunjuk operasional suatu sistem, semacam user guide untuk operator yang akan menjalankan mesin. Ada kalanya dibuat juga dalam bahasa Inggris
    • PLC layout. Gambaran posisi modul – modul PLC, biasanya dibuat dengan AutoCAD.
    • Input/Output module layout. Gambaran posisi input – output beserta alamat dalam modul input – output PLC.
    • Input/Output List. Berisi nomor pin, warna kabel, daftar alamat I/O,  dan  I/O device atau kegunaan dari alamat tersebut. Di sini juga didokumentasikan pin – pin untuk power supply DC.
    • Program PLC keseluruhan. Biasanya bisa langsung menggunakan fitur print dari program PLC

Dari situ saya melihat adanya kebutuhan tambahan di dunia akademis untuk melengkapi mahasiswa bukan hanya dengan pemahaman programming maupun hardware saja, tapi juga kemampuan untuk :

  • Memiliki kreativitas dalam memahami (atau memenuhi) kebutuhan sistem pelanggan.
  • Membuat perencanaan tertulis (mungkin juga termasu penawaran sistem untuk perusahaan)
  • Membuat dokumentasi sistem yang baik meliputi hal – hal yang sudah saya sebutkan di atas.

    Pengalaman lain dari salah satu alumni kampus kami di Jakarta ialah bahwa selain hal – hal teknis, ia dituntut untuk bisa “menjual” produk dan sistem yang ia miliki. Hal ini tentu memaksa ia untuk memiliki kemampuan komunikasi yang  baik, membuat proposal penawaran yang tepat, membuat presentasi dan mempresentasikan gagasan kepada client dengan menarik, dan beberapa kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang marketer.

    Jadi, Anda sudah siap?

    Tanpa bermaksud mengecilkan semangat Anda yang terus ingin belajar, sedikit “keluhan” dari saya (dan teman – teman saya) terhadap profesi ini ialah “salary” yang untuk ukuran kesulitan keilmuan (karena harus multi disiplin : electrical, electronics, PLC programming, sampai SCADA programming) yang tinggi, masih relatif rendah di Indonesia.

    Namun demikian, dengan rasa cinta dan minat pada bidang otomasi, semoga hal tersebut tidak menghambat kita untuk terus berkarya.  Semoga ke depan makin banyak para AE handal yang lahir dan memperoleh tempat yang layak juga di Indonesia!

    20 thoughts on “Profesi “Automation Engineer” di Indonesia

    1. chandramde

      Saya tunggu perbaikannya, hehehe… Btw, saya sependapat dengan semua yang Mas Handy tulis di atas, termasuk masalah salary yang kurang proporsional. Makanya, praktisi yang ikut perusahaan lokal seringkali ‘cabut’ setelah merasa ilmunya cukup n buka usaha sendiri atau lompat ke perusahaan lain yang mau membayar lebih tinggi.

      Salam.

      Like

      Reply
    2. ikwan

      Benar sekali…mas masalah salary
      tetapi juga kita ketemu dengan personel yang tidak seperti itu
      Seorang programmer ataupun AE harus selalu siap dengan program baru, produk baru. Bila pemakaian merk produk bervariasi maka harus memiliki engineer ekstra dalam menangani AE ini
      Kami juga memberi informasi automasi sederhana
      di http://www.x-one-automation.blogspot.com
      semoga bermanfaat bagi pembaca lain

      Like

      Reply
    3. handyw Post author

      @cartiman : Betul Mas. Mungkin posting saya di atas lebih tepat untuk AE yang bertugas sebagai system integrator yang bertugas untuk “memasang” sistem otomatis di industri. Kalau AE di pabrik memang lebih ke arah maintenance. Trims koreksinya.

      @chandramde : Barusan saya perbaiki mas Chandra🙂. Saya juga banyak melihat fenomena seperti yang mas sampaikan, meski tidak semua juga. Semoga suatu hari ada perubahan di bidang ini ya.. Trims

      @ikwan : Yup, memang tidak semua mas. Betul, AE harus adaptable, harus siap adaptasi (dan terus belajar) dengan produk – produk baru. Trims info dan blognya..

      Like

      Reply
    4. Sumardi Sadi

      Kalau menurut saya punya kemampuan mengoperasikan PLC dapat mendatangkan uang (secara financial) dan yang jelas dapat menambah. Saya punya ilmu mengoperasikan PLC sangat bermanfaat ilmunya, terutama buat mahasiswa saya yang ada di Gajah Tunggal, STT Yuppentek, dan ISTA. semoga sukses.

      Saya membuka KUrsus PLC omron dan mikrokontroller.

      Like

      Reply
      1. Arwansyah Lubis

        Salam kenal teman.
        Kalo ada yang berminat berkarir di oil, gas dan CBM company, silakan kirim CV anda ke email saya; arwansyah@sugico.com

        Kami sedang mencari beberapa PLC engineer untuk me maintenace beberapa drilling rig kami yang berada di Sumatera selatan, Sumatera barat dan Kalimantan.
        Salary bisa kita nego nego

        Salam,

        Arwansyah
        081262050783

        Like

        Reply
    5. cdqhk

      wah, kok sama ya..
      keluhannya di salary juga, hahahaha..
      hmm, kayanya musti ada pekumpulan AE nih..
      buat standardisasi salary..
      hehehehe..

      Like

      Reply
    6. handyw Post author

      @ cdqhk : iya mas, di Indo kayaknya belum ada perkumpulan profesi yang punya nilai tawar kuat. Sehingga semua ngikut permintaan konsumen / pasar..

      Like

      Reply
    7. misbah

      wah, bener mas2 di indonesia tugas AE sangat banyak dan ilmu yang harus di kusai jg komplek dari instalasi, programming PLC, Scada , database, IT, dll… tetapi di indonesia profesi AE kurang di hargai di perusahaan2..yaitu salary y tidak sesuai dengan pekerjaan dan tanggung jawab….untuk itu sekarang banyak engineer pada keluar perusahaan untuk kerja freelance..untuk itu gmn nih klo di bikin perkumpulan freelance..utuk pengerjaan proyek2……

      Like

      Reply
    8. COY

      Kalo ada yang mau freelance untuk commissioning Micrologix 1500 (Komunikasi ke Stardom Yokogawa), untuk 22-31 Agustus 2009 di daerah surabaya. Silahkan kontak 0817445444

      Like

      Reply
    9. DIDI SURYADI

      SALAM KENAL TEMAN-TEMAN. AKU DIDI DI JAKARTA SAAT INI KANTOR KU MEMBUTUHKAN SEORANG AUTOMATION ENGENIEER.BAGI YANG BERMINAT HARAP HUBUNGI SAYA DI 021-98808607 ATAU BISA LANGSUNG KIRIMKAN CV KE ALAMAT EMAIL AKU DI :didi.bbm@gmail.com

      Like

      Reply
    10. Hanif Said

      Saya Hanif Said, seorang Electrical Technician di Industri manufaktur PMA didaerah Cikarang, Bekasi. Kalau dilihat dari artikel diatas, berarti saya bisa juga dikategorikan sebagai “Automation Engineer” ya.

      Pekerjaan saya sebenarnya campur aduk. Mulai dari perencanaan panel kontrol maupun panel daya yang dibutuhkan untuk Line (plant) produksi baru atau modifikasiline lama, Wiring Panel, Penarikan kabel power, comissioning, sampai dengan trouble shooting masalah daya dan kontrol di area produksi.
      Eh, di area utility juga, seperti cooling tower, air compressor, dll. Kumplit banget dah kalo orang betawi bilang mah.

      Nah, mengenai “Automation Engineer” diatas, saya juga bertanggung jawab mengerjakan sistem kontrol dan daya untuk Line produksi baru maupun modifikasi Line produksi lama, mulai dari merancang, menggambar (by AutoCAD), melakukan pengawatan di panel dan di line, melaksanakan pengetesan (comisioning) dan trouble shooting sistem. Tapi saya hanya terbiasa memakai PLC Omron dan masih awam dengan PLC merk lainnya.

      Kapan nih diadakan kopi darat antar sesama “Automation Engineer”?

      Like

      Reply
      1. Handy Post author

        Salam Bpk/Mas Hanif, thanks lontaran idenya.

        Memang menarik jika memang ada semacam kopi darat atau pertemuan antar sesama Automation Engineer. Saya lihat memang belum ada wadah/media untuk hal – hal semacam ini. Saya terpikir (masih dalam ide saja) untuk mengadakan di Surabaya, tapi yang paling mudah start dari mantan mahasiswa saya yang bekerja di bidang ini. Belum tahu juga apa benefit yang nyata dari kegiatan semacam ini, kalau dalam pikiran saya masing – masing bisa share pengalaman dan saling belajar..

        Demikian dulu dari saya. Thanks🙂

        Like

        Reply
    11. HRD ASP JAKARTA

      Dear all,
      Kantor tempat saya bekerja sedang membutuhkan tenaga Automation Engineer _ Junior dan Senior dengan requirement seperti di website kami : PT Arya Sada Perkasa.
      Specific knowledge below:
      High conceptual and philosophy in Electrical and Automation System
      Expert of electrical and Automation Equipment
      Substation & Automation Field
      Well understand Programmable Logic Control (PLC) & HMI (Human machine Interface)
      SCADA System & IEC Protocol.
      CAE Software

      Jika tertarik tolong japri saja ke hrd.asp@aryasada.co.id
      Thanks

      Like

      Reply
    12. Paulus

      Mau sharing saja…Saya sudah retire dari industri automation dan sudah ganti arah jadi marketing berhubung passion di sini dan mengarah jadi wirausaha….Menurut saya industri ini bakal berkembang di Indo…cuman menurut saya harus ada sistem yang baik kaya di Astra buat bonus2 para AE di Perusahaan System Integrator…sebaiknya Sales dan Engineer harus ada sinergi yang baik….kalo tidak dipisah saja perusahaan yang menyediakan jasa atau perusahaan yang menyediakan distribusi…Tidak kaya sekarang yang masih carut marut dan lagi rata2 Teknisi di parik khususnya Jawa Barat kurang kompetensinya di Automation…..Maaf kalo ada yang salah hanya share pendapat saja

      Like

      Reply
    13. Novi

      Salam,

      Perusahaan kami sedang membutuhkan Automation engineer (Scada Engineer) untuk proyek kami di Indonesia dan di Eropa, dengan kualifikasi sebagai berikut:

      Qualifications:

      • Bachelor or Master’s degree in Industrial Automation, Control or Systems Engineering or similar
      • At least 10 years’ experience in the field of process automation in a project environment
      • Familiar with the following technology: ABB AC800m/800xA DCS system, OPC Servers (, Kepware), Databases (e.g.SQL Server), Networks (e.g. Profibus, Ethernet), Standards such as ISA 88
      • Process Knowledge
      • Excellent written and oral communication skills in English
      • Proactive, team player, enterprising and analytical
      • Demonstrate cost awareness, work in a structured and accurate way
      • Flexible to travel to projects globally (Indonesia & Europe)

      Bagi yang tertarik bisa mengirimkan lamaran dan CV ke : recruitment@itergogroup.co.id

      Terima kasih

      Like

      Reply

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s