Automation in sport and entertainment (student project)

Akhir 2018 yang lalu, setelah 5 tahun off karena studi lanjut, saya dan para mahasiswa MK Automasi 1 kembali mengadakan pameran tugas akhir kuliah dengan tema “Automation in Sport and Entertainment”. Dalam waktu kurang dari 2 bulan, kelompok mahasiswa (beranggotakan 2 – 3 orang) harus merancang prototipe sistem otomatis di bidang olah raga dan hiburan.

Berikut ini beberapa hasil karya mereka yang cukup menarik.

Automatic ping pong trainer (Aaron, Alex, Keyson)

Mesin ini dapat membantu atlet tenis meja untuk berlatih secara mandiri. Bola ping pong akan  dilontarkan dari 3 pipa (dengan motor servo) yang berbeda secara acak. Disediakan 6 buah lobang dengan lampu di bagian atasnya. Pemain harus memasukkan bola ke dalam lobang dengan lampu yang menyala. Tersedia 3 level permainan: slow, medium, fast yang dapat disesuaikan dengan tingkat kemahiran pemain.

Berikut ini video singkatnya:

Smart circuit (Johanes, Jeremy, John)

Sistem ini berusaha mewujudkan sirkuit balapan mobil dengan beberapa fitur otomatis. Pintu masuk sirkuit dapat terbuka secara otomatis sesuai ada tidaknya pengunjung, Atap area penonton akan naik secara otomatis jika hujan datang (dideteksi sensor air). Jumlah lap yang dilalui mobil akan ditampilkan secara otomatis, dan simulasi api akan diaktifkan jika mobil melewati garis finish pada lap terakhir.

Automatic Swimming Pool (Handy, Putu, Ardo)

Kelompok ini merancang sistem kolam renang otomatis yang dapat melakukan pengisian dan pengosongan kolam sesuai ketinggian yang diinginkan. 3 buah sensor level diskrit digunakan untuk tujuan ini. Proses permbersihan kolam juga dapat dilakuan secara otomatis. Selain itu lighting dan sistem pintu masuk/keluar kolam juga diatur secara otomatis.

Smart soccer stadium (Evert, Jischak, Hans)

Sistem ini merupakan miniatur stadion sepak bola otomatis. Konsepnya ialah lapisan rumput lapangan sepak bola dapat digulung secara otomatis, sehingga jika stadion digunakan untuk kebutuhan lain (konser musik misalnya), rumput tidak rusak karena diinjak banyak orang. Penghitungan penonton dan penghitungan bola yang masuk ke gawang juga dilakukan secara otomatis.

Smart outdoor stage system (Daniel, Enzo, Vincent)

Sistem ini bertujuan untuk membuat sistem panggung outdoor yang aman dan nyaman. Pengunjung dikelompokkan sesuai kelas tiket. Pembukaan pintu masuk dan keluar tiap kelas diatur secara otomatis. Atap juga akan naik secara otomatis jika turun hujan. Selain itu,  penampil juga dapat memilih lampu panggung dengan beberapa variasi.

Escape Room (Leo, Irvin, Steven)

Sistem ini merupakan miniatur permainan escape room yang sedang nge-trend  di Indonesia. Inti dari permainan ini ialah bagaimana seseorang dapat keluar dari ruangan tertutup dengan memanfaatkan beberapa clues yang diberikan. Meski secara teknis otomasi sistem ini cukup sederhana (misal: mengeluarkan kartu petunjuk jika pemain menyentuh barang tertentu), namun saat pameran, maket ini cukup digemari pengunjung karena menantang kreativitas seseourang dalam memecahkan masalah.

Meet the winner: The Shelter (Jason, Adit, Kevin)

Setiap tahun, pengunjung diminta untuk memilih sistem otomatis favorit mereka. Dan kali ini pemenangnya adalah The Shelter, permainan yang mengambil tema survival dari kepungan zombie. Menarik bukan?

Mulanya pemain harus memecahkan puzzle berikut sebelum permainan berjalan.

Setelah itu, 2 pemain dapat menggunakan 2 buah laser pointer dengan warna yang berbeda untuk “membunuh” zombie. Beberapa zombie bergerak ke kiri dan ke kanan (digerakkan oleh motor servo). Saat laser pointer mengenai sensor cahaya, maka zombie akan “mati” dan rebah sesaat (juga digerakkan oleh motor servo). Secara konsep, warna yang berbeda akan memberikan pembacaan yang berbeda pada sensor cahaya, sehingga jumlah zombie yang dibunuh 2 pemain dapat dihitung dan dibandingkan pada akhir permainan. Namun pembedaan ini belum berhasil dilakukan dengan baik.

Berikut ini video singkatnya:


Pada akhirnya, pameran ini bertujuan untuk merayakan semangat dan kerja keras mahasiswa dalam mempelajari automasi. Semoga ilmunya bermanfaat untuk masa depan kalian guys!

Note: tangan kami membentuk lambang petir (elektro), bukan dukungan pada capres tertentu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s