Sertifikasi Kompetensi Bidang Automasi Industri di Indonesia

10 tahun yang lalu saya menuliskan posting singkat tentang sertifikasi bidang automasi industri di luar negeri yang diberikan oleh ISA (International Society of Automation). Beberapa teman yang bekerja sebagai automation engieneer di industri juga menyinggung sertifikasi otomasi dari TUV – Rheinland yang diakui secara internasional (misalnya di link berikut, dan berikut) dengan biaya yang cukup mahal.

Bagaimana dengan sertifikasi serupa di Indonesia?

Bersyukur, atas budi baik mantan dosen pembimbing S1 saya – Pak Josaphat Pramudijanto, saya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan asesor kompetensi dari BNSP minggu lalu dengan fokus pada kompetensi PLC. Pada posting ini saya ingin sedikit berbagi tentang beberapa pelajaran yang saya dapatkan.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Di Indonesia, ceritanya dimulai dari pembuatan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yang dicetuskan karena adanya ketidaksinkronan lulusan sekolah atau universitas dengan dunia kerja. Singkatnya, lulusan baru tidak siap kerja. Adanya SKKNI akan membantu lembaga pendidikan atau peserta ajar untuk memastikan bahwa kompetensi (gabungan skill, knowledge, dan attitude) yang dimilikinya akan bermanfaat di dunia kerja.

Kegiatan pengembangan SKKNI ini berawal dari hibah pemerintah Australia di tahun 2000 yang fokus pada pengembangan standar kompetensi di bidang otomotif. Adapun definisi sederhana SKKNI dari web kementerian perindustrian ialah sebagai berikut:

SKKNI adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek Pengetahuan (knowledge), Keterampilan dan/atau Keahlian (skills) serta Sikap kerja (attitude) yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Intinya, di masa mendatang, semua orang yang memiliki profesi tertentu (mulai dari tukang cukur sampai SCADA programmer) harus memiliki kompetensi di bidangnya sesuai dengan rumusan SKKNI tertentu. Kompetensi tersebut dibuktikan melalui kepemilikan sertifikasi kompetensi, setelah lulus ujian yang diawasi oleh asesor kompetensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi dan Profesi). Ada sangat banyak jenis SKKNI, salah satunya di bidang automasi industri.

SKKNI di Bidang Automasi Industri

Ada beberapa jenis SKKNI yang telah dibuat di bidang automasi. Jika anda melakukan searching di web BNSP, maka anda akan mendapatkan SKKNI berikut.

Anda dapat melakukan download SKKNI dengan melakukan klik kiri pada icon PDF di bagian kanan atas. Dokumen SKKNI ini sangat tebal karena berisi penjabaran banyak kompetensi dengan detail. Dalam dokumen ada istilah “unit kompetensi” untuk merujuk pada satu satuan kompetensi. Di SKKNI no 631 di atas ada 45 unit kompetensi. Berikut beberapa di antaranya:

Nantinya beberapa unit kompetensi akan dijadikan menjadi 1 skema oleh tim ahli dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP – lembaga yang dibuat untuk membantu BNSP melakukan sertifikasi), sehingga lebih tepat sasaran. Seseorang akan diuji apakah ia kompeten di skema tertentu (misal “Skema Pengoperasian Peralatan Kelistrikan Berbasis PLC”) yang terdiri dari 5 unit kompetensi.

Selain skema kompetensi di bidang otmasi di atas yang berlaku umum, ada juga skema kompetensi yang dibuat khusus untuk siswa SMK bidang teknik otomasi. Sebagai informasi, setiap siswa yang bersekolah di SMK (atau mahasiswa di politeknik) harus lulus uji kompetensi tertentu. Jika memerlukan, anda dapat melihat daftar SKKNI dan melakukan download masing – masing SKKNI di halaman ini.

Sertifikasi Kompetensi: Apakah Berguna?

Mungkin banyak dari kita (termasuk saya) yang pesimis bahwa adanya sertifikasi kompetensi semacam ini akan menjamin kualitas seseorang. Namun demikian, kondisinya akan lebih buruk lagi jika tidak ada standarisasi kompetensi semacam ini. Lembaga pendidikan dan para lulusan baru tidak memiliki petunjuk formal untuk menguasai ketrampilan di bidang tertentu. Pihak industri juga akan kesulitan memastikan apakah seorang karyawan (atau calon karyawan) kompeten di bidang tertentu. Singkatnya, meski masih banyak kelemahan, proses uji kompetensi (di bidang apapun) diperlukan oleh bangsa kita.

Kemudian, apakah sertifikat ini dibutuhkan supaya Anda dapat bekerja di bidang automasi industri? Untuk saat ini jawabannya ialah tidak. Jika Anda lulus dari sekolah atau kampus yang cukup baik reputasinya, atau jika Anda dapat mendemonstrasikan kemampuan Anda ke employer, itu sudah cukup. Namun di masa mendatang, mungkin 5 atau 10 tahun lagi, tidak tertutup kemungkinan sertifikat semacam ini akan menjadi syarat supaya anda dapat bekerja di bidang tersebut.

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s