Category Archives: Mahasiswa

Automation in sport and entertainment (student project)

Akhir 2018 yang lalu, setelah 5 tahun off karena studi lanjut, saya dan para mahasiswa MK Automasi 1 kembali mengadakan pameran tugas akhir kuliah dengan tema “Automation in Sport and Entertainment”. Dalam waktu kurang dari 2 bulan, kelompok mahasiswa (beranggotakan 2 – 3 orang) harus merancang prototipe sistem otomatis di bidang olah raga dan hiburan.

Berikut ini beberapa hasil karya mereka yang cukup menarik.

Automatic ping pong trainer (Aaron, Alex, Keyson)

Mesin ini dapat membantu atlet tenis meja untuk berlatih secara mandiri. Bola ping pong akan  dilontarkan dari 3 pipa (dengan motor servo) yang berbeda secara acak. Disediakan 6 buah lobang dengan lampu di bagian atasnya. Pemain harus memasukkan bola ke dalam lobang dengan lampu yang menyala. Tersedia 3 level permainan: slow, medium, fast yang dapat disesuaikan dengan tingkat kemahiran pemain.

Berikut ini video singkatnya:

Continue reading

Sistem Pengolah Kertas Bekas Otomatis (Karya Mahasiswa)

Karya yang menjadi “sistem otomatis terfavorit” pilihan pengunjung pada Pameran Karya Mahasiswa yang lalu ialah “Sistem Pengolah Berkas Otomatis” yang dibuat oleh Laurent dan Hendra. Sistem tersebut bertujuan untuk mengolah kertas bekas menjadi kertas “baru” (kertas buram).

Penilaian tugas hanya berfokus pada pemrograman PLC dan penerapan pada miniatur sistem (hardware + mekanik), sehingga sistem yang dibuat tidak menghasilkan produk sebenarnya, hanya menerapkan cara kerjanya saja.

kecil P1030830

Sistem mereka sebenarnya termasuk dalam kategori “sulit direalisasikan” sebagai tugas kuliah, karena sifatnya yang banyak memanfaatkan mekanik. Secara umum ada 3 tahapan kerja sistem :

  • Kertas bekas dikirim ke tempat pencampuran
  • Dilakukan pencampuran dengan air dan lem, kemudian diaduk
  • Pemindahan hasil campuran ke tempat pengeringan

Berikut ini tampilan keseluruhan dari sistem.

kecil P1030754

Bagian pertama terdiri dari conveyor kecil yang membawa kertas bekas ke tempat pencampuran. Continue reading

Pameran Karya Mahasiswa – “Green Automation”

Pameran Karya Mahasiswa mata kuliah “Automasi 1” di Jurusan Teknik Elektro – UK Petra kembali digelar pada 6 Desember 2012 yang lalu. Pameran kali ini tergolong yang paling sukses dari sisi kualitas miniatur sistem yang dibuat oleh mahasiswa, meski minim publikasi dari  media.

kecil 2012  12 03 Brosur Pameran Automasi lengkap

Sebagai proyek akhir, mahasiswa diminta membentuk tim dan merancang suatu sistem otomatis. Tema proyek pada tahun ini adalah Green Automation, dimana mahasiswa harus merancang dan membuat sistem otomatis yang mampu meningkatkan efisiensi bagi masyarakat/perusahaan dan/atau memperhatikan aspek pelestarian lingkungan (berupa miniatur / prototipe).

Tujuan penetapan tema ini ialah :

  • Memicu kreativitas mahasiswa dalam menerapkan otomasi sistem di dunia nyata.
  • Meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap aspek efisiensi energi di kalangan masyarakat/perusahaan dan  aspek pelestarian lingkungan.

2 P1030635 kecil

Jumlah kelompok yang akan memamerkan karyanya ialah 9 kelompok. Adapun judul project yang diangkat oleh tim mahasiswa ialah :

  1. Sistem Pemilah Sampah Otomatis
  2. Mesin Pembeli Sampah
  3. Sistem Otomatis untuk Pengolahan Kertas Bekas
  4. Automatic Preservation for Cold Climate Animals
  5. Wahana Permainan Peduli Lingkungan
  6. Sistem Otomatis untul Perawatan Tanaman di Pinggir Jalan Raya
  7. Otomasi Rumah Kaca untuk Penanaman Tomat Hidroponik
  8. Self Parking Garage
  9. Smart House

Seluruh kelompok bekerja luar biasa keras untuk meraih hasil maksimal. Bukan hanya untuk nilai, tapi untuk kebanggan sebagai seorang mahasiswa yang mampu menampilkan karya terbaiknya! Good job guys!

2 P1030823 kecil

Beberapa karya mereka akan saya ulas di beberapa posting berikutnya. Don’t miss it! 😀

Memberi kuliah tamu SCADA di Teknik Elektro – ITN, Malang

Tanggal 23 Juni 2012 kemarin saya diminta oleh rekan – rekan mahasiswa dari Teknik Elektro – ITN Malang. Topik kuliah tamu yang mereka minta untuk saya bawakan ialah “Implementasi Teknologi SCADA dalam Dunia Industri”. Saya tidak menyampaikan paparan yang sangat detail, hanya beberapa materi yang saya harap dapat memberi wawasan dan merangsang keingintahuan mereka akan SCADA.

Bahan saya rangkum dari berbagai sumber (buku teks, situs internet, bahkan pengalaman beberapa rekan di industri) dan saya letakkan di sini, mungkin ada di antara Anda yang dapat mengambil manfaatnya.

Akhirnya, terima kasih untuk undangan dan sambutan yang baik guys!

 

Pesan untuk mahasiswa : pelajaran dari “Lomba Pemrograman PLC”

Setiap 1  sampai 2 tahun sekali, jurusan Teknik Fisika ITB mengadakan lomba pemrograman PLC. Kebetulan saya selalu bertugas membimbing mahasiswa di jurusan saya (Elektro – UK Petra). Kami pernah sekali mendapat juara ke 2 di tahun 2007, namun 2 tahun terakhir tim kami gagal karena selalu kandas di babak penyisihan. Namun demikian, ijinkan saya menuliskan pesan untuk rekan – rekan mahasiswa, maupun pelajaran yang saya dapatkan dari lomba PLC ini.

Lomba semacam ini sangat baik untuk mengasah ketrampilan teknis mahasiswa, karena mereka ditantang untuk mengerjakan soal – soal tingkat advance dalam waktu yang relatif singkat. Selain ketrampilan teknis, hal – hal yang bersifat soft skill seperti : ketekunan, kerja sama tim, juga memegang peranan penting dalam mengikuti lomba ini. Berikut beberapa hal (yang menurut saya) harus dimiliki mahasiswa untuk dapat “berbicara” di lomba ini.

Memahami teknik pemrograman PLC tingkat dasar dan lanjut

Pemrograman PLC tingkat dasar (menurut saya) meliputi pemrograman dalam bit (menggunakan standard dan special contact – coil), Timer (on delay, off delay, pulse, dll), Counter (up, down, up-down).

Untuk kasus PLC Siemens S7-300 yang digunakan untuk lomba kemarin, diperlukan juga pemahaman untuk mengambil ET (Elapsed Time) dari Timer dan CV (Current Value) dari Counter. Data ET dan CV sudah berupa data analog. Dimana nilainya bisa digunakan untuk bit Comparator (>, <, =, dst).

Sedang pemrograman tingkat lanjut meliputi pemrograman dengan data berbentuk Word maupun Double Word, seperti : Continue reading

Sistem Mikro Irigasi Otomatis

Pernahkah anda mendengar tentang sistem mikro irigasi? Atau disebut juga sistem irigasi tetes (drip irrigation)?

Saat mahasiswa saya, Adi Laksmono, mengajukan topik ini sebagai proyek akhir kuliah, saya juga belum pernah mendengarnya. Ternyata sistem irigasi ini penting untuk daerah lahan kering dan ketersediaan air terbatas. Berikut keterangan yang saya ambil dari situs jurusan Ilmu Tanah Unpad tentang latar belakang irigasi tetes :

Semakin meningkatnya kebutuhan air, ketersediaan air yang terbatas, dan perhatian terhadap kualitas air, menyebabkan penggunaan air secara efektif menjadi sangat penting. Sistem irigasi pertanian harus bisa menyediakan air dalam tingkat, jumlah, dan waktu yang dibutuhkan. Sistem irigasi harus direncanakan, dirancang, dan dioperasikan secara efisien sehingga memerlukan suatu pemahaman menyeluruh tentang hubungan tanaman, tanah, persediaan air, dan kemampuan sistem irigasi.

Kembali ke sistem otomatis, Adi mengawalinya dengan menampung air ke dalam tandon yang dilengkapi dengan sensor ketinggian air di bagian atas dan bawah, sehingga tandon dapat diisi secara otomatis jika habis. Continue reading

Otomasi Masuk Desa

Apa jadinya jika “Otomasi Masuk Desa”?

Tema tersebut menjadi tema pameran karya akhir mahasiswa saya di Teknik Elektro – Universitas Kristen Petra, tanggal 3 Desember 2010 kemarin. Dengan tema ini saya ingin mahasiswa lebih kreatif dan aplikatif dalam menghasilkan ide – ide penerapan otomasi sistem. Selain itu tema ini mengasah kepedulian mereka terhadap masyarakat desa yang memiliki akses teknologi yang lebih rendah dibanding masyarakat perkotaan.

Berikut beberapa tema yang mereka angkat.

  • Otomasi Sistem Mikro Irigasi di Sawah
  • Kandang Ayam Otomatis
  • Otomasi Sistem Pembuatan Garam
  • Sistem Pembersihan dan Pengepakan Telur Ayam Otomatis
  • Sistem Pengairan Sawah Otomatis
  • Sistem Penanggulangan Luapan pada Bendungan dan Distribusi Air Bersih untuk Masyarakat Pedesaan

Beberapa terkesan agak “maksa” 🙂 ,  namun masih saya perbolehkan dalam rangka proses belajar mereka.

Ingin tahu seperti apa karya mereka? Tunggu posting saya berikutnya.