Category Archives: PLC tutorial

Codesys: software “terbaik” untuk belajar pemrograman PLC

Sebagai dosen, saya selalu mencari software yang cocok untuk digunakan oleh mahasiswa untuk belajar pemrograman PLC. Paling tidak ada 3 syarat:

  1. Gratis dan legal
  2. Dapat digunakan untuk membuat program yang relatif kompleks pada PLC (menggunakan instruksi analog, memprogram dengan bahasa selain ladder diagram, dll)
  3. Dilengkapi dengan simulator supaya mahasiswa bisa memprogram tanpa PLC dimanapun mereka berada

Sudah lama saya mendengar tentang Codesys, namun baru beberapa minggu lalu saya ada kesempatan untuk mempelajarinya. Mantan mahasiswa saya yang bekerja sebagai automation engineer di Belanda juga menyarankan pada saya untuk menggunakan program ini di kelas.

Ternyata benar, Codesys melampau ekspektasi saya.

Download dan instalasi

Codesys dapat di-download secara gratis (dan legal) dengan  melakukan registrasi terlebih dahulu pada web Codesys. Setelah itu, anda bisa mendownload “Codesys Development System V3” di link berikut. Versi ini ialah versi terbaru saat tulisan ini dibuat, dan dapat mengakomodasi berbagai versi Windows (termasuk Windows 10 64 bit). Continue reading

Organisasi Program pada PLC

Catatan: tulisan ini adalah postingan pertama saya setelah hampir 4.5 tahun vakum karena studi lanjut. I’m back now! 🙂 

Pernahkah anda membuat program PLC yang sangat panjang karena sistem yang anda buat sangat kompleks? Ada kalanya program yang panjang tidak bisa dihindari, namun sangat baik jika Anda sebagai PLC programmer mencari cara untuk membuat program anda lebih pendek/efisien.

sumber gambar: https://bit.ly/2QSXCdm

Mengapa?

Seperti halnya pemrograman dengan bahasa konvensional (misalnya C atau Pascal), programmer bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dengan memecah programnya menjadi bagian – bagian kecil (di bahasa C disebut functions) karena [3]:

  • Reusability – bagian program tertentu yang sering berulang tidak perlu dibuat berkali – kali, namun cukup dibuat dalam 1 fungsi (function) yang nantinya dapat dipanggil jika diperlukan. Hal ini membuat pemrograman lebih efisien.
  • Abstraction – kita dapat “menyembunyikan” detail yang kompleks bagi “pengguna” fungsi pada program kita. User hanya perlu mengetahui:
    1. Nama fungsi
    2. Apa yang dikerjakan fungsi tersebut
    3. Parameter input dari fungsi
    4. Outout yang dihasilkan fungsi
  • Easy to debug – melakukan pencarian kesalahan pada program yang pendek tentunya jauh lebih mudah dari pada program yang sangat panjang

Continue reading

PLC Siemens S7 200 for Advance Task

PLC Siemens S7 200  ialah PLC compact dengan kemampuan dasar. Meski demikian PLC ini juga dapat digunakan untuk tugas – tugas yang sifatnya advance (bukan hanya urutan/proses sekuensial saja). Saya mencoba mendaftarkannya di posting ini (sekaligus merupakan materi pelatihan PLC lanjut yang saya berikan di IATC)

Berikut ini gambaran sederhana dan penjelasannya.

plc siemens for advance

1. Menerima dan menghasilkan sinyal analog

Untuk menerapkan PLC pada sistem analog, mula – mula harus dipahami dulu karakteristik dan konfigurasi modul analog input/output pada PLC Siemens S7 200 (misalnya menggunakan EM 235). Selain itu, analog addressing pada S7 200 dengan tipe data byte, word, double word juga harus dipahami. Continue reading

Dokumentasi pada Sistem PLC (2)

Berikut ini posting lanjutan tentang dokumentasi sistem pada PLC. Seluruh materi berasal dari sumber yang saya cantumkan di akhir tulisan.

Berikut ini penjelasan dari bagian – bagian dokumentasi yang telah disampaikan pada posting sebelumnya.

System Abstract

Bagian ini berisi tujuan dan cara kerja sistem secara sederhana namun jelas. Dengan membaca bagian ini, seseorang harus dapat memiliki gambaran yang benar tentang sistem yang akan dibuat. Bagian ini berfungsi seperti “abstrak” pada Tugas Akhir ataupun tulisan ilmiah.

System Configuration

Bagian ini menggambarkan konfigurasi sistem otomasi. Misalkan jika PLC terhubung dengan PC dalam suatu jaringan maka konfigurasi sistem akan nampak seperti gambar berikut.

Secara lebih detail, hubungan PLC dengan PLC lain, input – output device juga perlu digambarkan. Continue reading

STEP 7 Lite Gratis dari Siemens!

Beberapa hari yang lalu saya mendapat email dari mantan mahasiswa saya tentang software PLC gratis dari Siemens, Step 7 Lite. Berikut sedikit ulasannya.

STEP 7 Lite merupakan versi ringan (dan gratis) dari keluarga software STEP 7.  Software ini dapat digunakan untuk memprogram PLC Siemens keluarga SIMATIC S7-300, SIMATIC C7, ET 200S (IM 151/CPU and IM 151/CPU FO) and ET 200X (BM 147/CPU).

Step 7 Lite memiliki fungsi – fungsi yang dapat digunakan dalam tiap tahap pengerjaan proyek otomasi seperti :

  • Configuration and parameterization of the hardware
  • Programming
  • Testing, commissioning and maintenance
  • Documentation
  • Operation and diagnostics functions

Program ini dapat mendukung beberapa jenis bahasa pemrograman PLC : ladder diagram, function block diagram, dan Structured Text. Jadi cukup baik untuk belajar pemrograman PLC. Continue reading

Dokumentasi pada Sistem PLC (1)

Jika Anda merancang dan membuat sistem otomatis dengan PLC sebagai pengendalinya, tentunya sangat penting melakukan dokumentasi sistem. Mengapa? Simak paparan berikut

Apa itu dokumentasi?

Kumpulan rekaman informasi tentang operasi mesin/proses dan komponen – komponen hardware-software dari sistem kontrol mesin/proses tersebut.

Kumpulan informasi tersebut merupakan referensi berharga saat anda melakukan : perancangan sistem, instalasi, start-up, debugging, dan pemeliharaan sistem.

Keuntungan – keuntungan lain dari dokumentasi sistem ialah sebagai berikut :

  • Menyediakan cara yang mudah untuk mengkomunikasikan informasi yang akurat kepada pihak – pihak yang berkaitan dengan dengan sistem.
  • Merupakan referensi bagi perancang sistem selama dan setelah fase desain.
  • Membantu perancang sistem dalam menjawab pertanyaan, mendiagnosa masalah – masalah yang mungkin muncul, ataupun memodifikasi program jika diperlukan perubahan.
  • Merupakan bahan training untuk operator yang akan menjalankan sistem secara langsung maupun untuk staf pemeliharaan yang akan memelihara sistem tersebut.
  • Memungkinkan sistem untuk direproduksi dengan tujuan – tujuan tertentu.

Adapun dokumentasi sistem yang lengkap meliputi :

  • System abstract
  • System configuration
  • I/O wiring connection diagram
  • I/O address assignment
  • Internal storage address assignment
  • Register storage assignment
  • Variable declaration
  • Control program printout

Apakah maksudnya bagian – bagian dokumentasi di atas? Tunggu tulisan berikutnya ya.. 🙂

Sumber : Bryan, L.A., dan Bryan E.A., “Programmable Controllers – Theory and Implementation”, p. 536 – 549, Industrial Text Company, USA : 1997.

Automation in Fukuoka vol.2

Posting berikut adalah sambungan dari posting sebelumnya tentang sistem otomatis yang saya temui di Fukuoka, Jepang. Ayo kita lanjutkan!

Automatic Handwasher

Untuk mencuci dan mengeringkan tangan, kita cukup menggunakan alat berikut.

DSC04927-s

Pada bagian kiri atas (gambar) terdapat alat yang mendeteksi tangan dan akan mengeluarkan gel sabun secukupnya. Sedang untuk mengeluarkan air cukup meletakkan tangan pada bagian kanan atas (gambar) handwasher. Tidak hanya itu, untuk mengeringkan tangan, kita tinggal meletakkan tangan pada bagian bawah (gambar).

Mudah dan praktis sekali bukan? Continue reading