Instalasi “Archestra System Platform 2012 with Wonderware InTouch 2012”

Berikut ini proses instalasi untuk DVD “Archestra System Platform 2012 with Wonderware InTouch 2012”. Dalam DVD tersebut, selain Wonderware InTouch, juga sudah dilengkapi dengan Application Sever, Historian Server, Historian Client, dan Information Server. Berikut ini tampilan DVD tersebut.

install1Silahkan melakukan klik kiri 2 kali pada “setup.exe” yang terletak pada source program. Akan muncul gambar berikut.

install2

Setelah itu akan muncul gambar berikut. Continue reading

Wonderware InTouch 2012 (v 10.5) – System Requirement

Sebelum melakukan instalasi Wonderware InTouch 2012, sebelumnya perlu dipahami System Requirement dari program tersebut. Berikut ini informasi dari file “Read Me

Hardware Requirements

Berikut ini spesifikasi yang direkomendasikan untuk melakukan instalasi dan menjalankan Wonderware InTouch HMI Version 10.5.

InTouch Hardware Requirements

  • Operating system yang disarankan untuk InTouch development ialah Windows 2008 R2 SP1 atau Windows 7 SP1
  • Operating system yang disarankan untuk run-time nodes ialah Windows 7 SP1
  • SQL Server 2008 SP1 Express, Standard, atau Enterprise (32-bit) ialah satu – satunya versi yang didukung saat ini

Berikut ini gambaran dalam tabel.

Spec1 Continue reading

Wonderware InTouch Troubleshooting

Berikut ini posting tentang sedikit pengalaman saya tentang proses troubleshooting saat menggunakan Wonderware InTouch. Silahkan jika ada rekan – rekan menambahkan tips troubleshooting yang lain.

troubleshooting_bg1

1. Fitur Symbol Factory tidak muncul di Wizard (untuk InTouch versi 10.1 ke bawah)

Solusi : Hal ini terjadi karena saat instalasi Anda hanya menekan tombol Next sampai selesai. Untuk memperbaiki tekan setup.exe pada source Wonderware InTouch, pilih Modify, lalu pastikan semua pilihan tercentang saat proses instalasi.

2. Muncul pesan “Windowmaker/WindowViewer is already active” saat akan membuka Application manager

Solusi : tekan ctrl + alt + del, masuk ke Task Manager – Process, lakukan End Process dari “spcpro.exe”

3. Muncul pesan “Computer name is currently editing the application” saat akan membuka aplikasi InTouch dari Application Manager.

Solusi : masuk folder aplikasi yang bersangkutan, dan hapus file “appedit.lok”

4. Gambar aplikasi InTouch menjadi kacau saat dibuka di komputer atau LCD dengan resolusi layar lain

Solusi : matikan penskalaan otomatis dengan masuk ke folder aplikasi, buka file INTOUCH.INI, isikan “ScaleForResolution = O”

5. Lupa password aplikasi InTouch (kontributor: e.one)

Buat aplikasi InTouch yang baru, dan buat password yang baru juga. Kemudian ambil filepassword.bin” dan pindahkan ke folder aplikasi yang Anda lupa password-nya.

(Update 10/8/2019) Berikut ini daftar solusi dari beberapa permasalahan yang umum ada di Wonderware.

Wonderware Historian & Historian Client

Beberapa minggu terakhir saya mempelajari Wonderware Historian dan Historian Client (kedua program ini termasuk dalam Wonderware Development Studio). Dengan sedikit bantuan dari Pak Hartanto (PT. Trimaxindo Adimitra), saya mulai memahami konsep keduanya saat dihubungkan dengan Wonderware InTouch. Berikut ini pemahaman sederhana saya.

Note : tulisan ini hanya memberikan konsep umum, bukan tuntunan “step by step”

Wonderware Historian

Secara umum, fungsi WW Historian hanyalah mengatur supaya data dari WW InTouch (berupa memory tag atau I/O tag melalui I/O Server) dapat disimpan dalam database Microsoft SQL Server. Berikut ini gambaran umum WW Historian dari Pak Hartanto.

historian

Konfigurasi dilakukan pada 2 bagian. Bagian pertama ialah System Management Console (SMC) yang sudah dilengkapi dengan Historian pada waktu instalasi. SMC ini dapat diakses pada folder Wonderware – Historian  di Start Menu. Continue reading

PLC Siemens S7 200 for Advance Task

PLC Siemens S7 200  ialah PLC compact dengan kemampuan dasar. Meski demikian PLC ini juga dapat digunakan untuk tugas – tugas yang sifatnya advance (bukan hanya urutan/proses sekuensial saja). Saya mencoba mendaftarkannya di posting ini (sekaligus merupakan materi pelatihan PLC lanjut yang saya berikan di IATC)

Berikut ini gambaran sederhana dan penjelasannya.

plc siemens for advance

1. Menerima dan menghasilkan sinyal analog

Untuk menerapkan PLC pada sistem analog, mula – mula harus dipahami dulu karakteristik dan konfigurasi modul analog input/output pada PLC Siemens S7 200 (misalnya menggunakan EM 235). Selain itu, analog addressing pada S7 200 dengan tipe data byte, word, double word juga harus dipahami. Continue reading

Sistem Pengolah Kertas Bekas Otomatis (Karya Mahasiswa)

Karya yang menjadi “sistem otomatis terfavorit” pilihan pengunjung pada Pameran Karya Mahasiswa yang lalu ialah “Sistem Pengolah Berkas Otomatis” yang dibuat oleh Laurent dan Hendra. Sistem tersebut bertujuan untuk mengolah kertas bekas menjadi kertas “baru” (kertas buram).

Penilaian tugas hanya berfokus pada pemrograman PLC dan penerapan pada miniatur sistem (hardware + mekanik), sehingga sistem yang dibuat tidak menghasilkan produk sebenarnya, hanya menerapkan cara kerjanya saja.

kecil P1030830

Sistem mereka sebenarnya termasuk dalam kategori “sulit direalisasikan” sebagai tugas kuliah, karena sifatnya yang banyak memanfaatkan mekanik. Secara umum ada 3 tahapan kerja sistem :

  • Kertas bekas dikirim ke tempat pencampuran
  • Dilakukan pencampuran dengan air dan lem, kemudian diaduk
  • Pemindahan hasil campuran ke tempat pengeringan

Berikut ini tampilan keseluruhan dari sistem.

kecil P1030754

Bagian pertama terdiri dari conveyor kecil yang membawa kertas bekas ke tempat pencampuran. Continue reading

Pameran Karya Mahasiswa – “Green Automation”

Pameran Karya Mahasiswa mata kuliah “Automasi 1” di Jurusan Teknik Elektro – UK Petra kembali digelar pada 6 Desember 2012 yang lalu. Pameran kali ini tergolong yang paling sukses dari sisi kualitas miniatur sistem yang dibuat oleh mahasiswa, meski minim publikasi dari  media.

kecil 2012  12 03 Brosur Pameran Automasi lengkap

Sebagai proyek akhir, mahasiswa diminta membentuk tim dan merancang suatu sistem otomatis. Tema proyek pada tahun ini adalah Green Automation, dimana mahasiswa harus merancang dan membuat sistem otomatis yang mampu meningkatkan efisiensi bagi masyarakat/perusahaan dan/atau memperhatikan aspek pelestarian lingkungan (berupa miniatur / prototipe).

Tujuan penetapan tema ini ialah :

  • Memicu kreativitas mahasiswa dalam menerapkan otomasi sistem di dunia nyata.
  • Meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap aspek efisiensi energi di kalangan masyarakat/perusahaan dan  aspek pelestarian lingkungan.

2 P1030635 kecil

Jumlah kelompok yang akan memamerkan karyanya ialah 9 kelompok. Adapun judul project yang diangkat oleh tim mahasiswa ialah :

  1. Sistem Pemilah Sampah Otomatis
  2. Mesin Pembeli Sampah
  3. Sistem Otomatis untuk Pengolahan Kertas Bekas
  4. Automatic Preservation for Cold Climate Animals
  5. Wahana Permainan Peduli Lingkungan
  6. Sistem Otomatis untul Perawatan Tanaman di Pinggir Jalan Raya
  7. Otomasi Rumah Kaca untuk Penanaman Tomat Hidroponik
  8. Self Parking Garage
  9. Smart House

Seluruh kelompok bekerja luar biasa keras untuk meraih hasil maksimal. Bukan hanya untuk nilai, tapi untuk kebanggan sebagai seorang mahasiswa yang mampu menampilkan karya terbaiknya! Good job guys!

2 P1030823 kecil

Beberapa karya mereka akan saya ulas di beberapa posting berikutnya. Don’t miss it! 😀

Sharing ilmu SCADA di SMKN 1 Bontang

Sekitar 2 minggu yang lalu saya mendapat kesempatan untuk memberi pelatihan SCADA selama 3 hari untuk guru – guru SMKN 1 Bontang. Pengalaman yang menarik (selain karena alam Kaltim yang indah dan pribadi – pribadi yang ramah) karena harus mengajar sekitar 18 orang dengan waktu yang terbatas.

Bersama guru - guru SMKN1 Bontang

Bersama guru – guru SMKN1 Bontang

Selain itu juga muncul pemikiran dalam benak saya, “mana batasan yang cocok diberikan untuk siswa SMK?”, “mana yang cocok untuk mahasiswa?”. Kebetulan beberapa waktu terakhir saya sering berkomunikasi dengan beberapa guru SMK karena SCADA muncul sebagai kompetensi dasar bagi siswa SMK bidang otomasi industri.

Kembali kepada batasan, karena siswa SMK lebih fokus untuk menjadi pelaksana (operator), maka konsep SCADA beserta penerapan untuk Human Macihne Interface (tanpa database, jaringan) dalam skala dasar (1 PC, 1 PLC) kemungkinan besar sudah cukup. Jika ingin dikembangkan, mungkin lebih baik kepada penerapan peralatan di PLC yang dimonitor dan dikendalikan dari SCADA Software.

Sedang untuk mahasiswa, sebaiknya menguasai konsep SCADA yang lebih luas, meliputi jaringan PLC, jaringan komputer, database, beserta fitur – fitur SCADA lainnya. Pengembangan bisa kepada integrasi bidang ilmu otomasi dengan IT.

Sekarang, waktunya santai di Bontang Kuala.. 😀

_MG_5815 kecil

Komunikasi PLC Siemens S7 200 – Wonderware InTouch melalui Internet

Dua minggu lagi ialah waktu sidang TA untuk mahasiswa bimbingan saya, Yefta Noventa. Topik yang diangkat berhubungan dengan komunikasi jaringan PLC Siemens S7 200 – Wonderware InTouch melalui internet. Penerapan yang dilakukan pada model/miniatur bangunan yang (asumsinya) terletak di 2 kota. Saya akan tuliskan deskripsi singkatnya di posting kali ini (hanya untuk bagian komunikasi saja).

Skema project Yefta terdiri dari 2 buah PLC Siemens S7 200 – CPU 224 yang masing – masing memiliki modul komunikasi Ethernet (CP 243). 2 PLC tersebut dihubungkan ke Ethernet hub. Sebagai SCADA Software digunakan Wonderware InTouch yang terhubung dengan PLC (via Ethernet hub) melalui DA Server “DASSIDirect”. Berikut ini gambarannya.

skema TA Yefta

Dengan skema seperti di atas, PC dapat melakukan monitoring dan controlling jarak jauh terhadap I/O device yang melekat di kedua PLC tersebut. Cara pembedaan PLC di Wonderware InTouch cukup dilakukan dengan pembedaan Access Name dan Topic Name. Karena 1 buah Topic Name akanmewakili 1 buah PLC beserta IP yang dimilikinya. Masing – masing PLC akan diberikan IP pada saat konfigurasi modul CP 243, sehingga 2 PLC dan PC memiliki IP yang berbeda.

Continue reading

Koneksi Wonderware InTouch ke PLC Siemens S7-200 via OPC

Pada posting sebelumnya, saya menjelaskan sekilas tentang koneksi PLC Siemens S7 200 dengan Wonderware InTouch menggunakan modul komunikasi Ethernet. Hal ini bisa dilakukan jika kita memiliki modul CP 243-1 yang harganya cukup mahal. Alternatif koneksi secara serial bisa menggunakan protokol OPC. Konfigurasi PC – PLC yang digunakan ialah seperti gambar berikut.

Penjelasan per bagian software diberikan pada bagian berikut.  Continue reading

Memberi kuliah tamu SCADA di Teknik Elektro – ITN, Malang

Tanggal 23 Juni 2012 kemarin saya diminta oleh rekan – rekan mahasiswa dari Teknik Elektro – ITN Malang. Topik kuliah tamu yang mereka minta untuk saya bawakan ialah “Implementasi Teknologi SCADA dalam Dunia Industri”. Saya tidak menyampaikan paparan yang sangat detail, hanya beberapa materi yang saya harap dapat memberi wawasan dan merangsang keingintahuan mereka akan SCADA.

Bahan saya rangkum dari berbagai sumber (buku teks, situs internet, bahkan pengalaman beberapa rekan di industri) dan saya letakkan di sini, mungkin ada di antara Anda yang dapat mengambil manfaatnya.

Akhirnya, terima kasih untuk undangan dan sambutan yang baik guys!

 

Konfigurasi DA Server untuk Komunikasi WW InTouch dengan PLC (Omron, Siemens, Mitsubishi) – Updated

Beberapa waktu lalu saya diminta dosen pembimbing (saat S1) di ITS untuk membantu mengkoneksikan PLC Mitsubishi Q Series dengan WW InTouch. Setelah mencoba beberapa jam, sayangnya belum berhasil. Ternyata kami temukan bahwa untuk koneksi serial dengan PLC tersebut harus ada tambahan modul komunikasi tertentu.

Update 19/06/2013 : koneksi dengan PLC Mitsubishi Q Series sudah berhasil dengan memanfaatkan modul komunikasi Ethernet (tipe QJ71E71), dengan DA Server DASMTEthernet

Setelah kembali ke lab saya di UK Petra, karena penasaran, saya mencoba koneksi PC – PLC dengan DA Server untuk mendalami permasalahan tersebut. DA Server ialah semacam driver untuk PLC. Sebelumnya, untuk PLC yang lebih lama, program yang digunakan ialah I/O Server. Berikut hasil uji sederhana yang saya lakukan pada beberapa merk PLC (Omron, Siemens, Mitsubishi).

DASOMHL untuk PLC Omron CPM 1

Untuk terkoneksi dengan PLC Omron CPM1, biasanya saya menggunakan I/O Server Omron Host Link (OmronHL), namun kali ini saya menggunakan DA Server : DASOMHL. Perubahan yang jelas ialah penggantian topic name dari “OmronHL” menjadi “DASOMHL”. Selebihnya secara umum sama. PLC Omron ialah salah satu yang paling mudah dikonfigurasi untuk InTouch. Berikut ini gambarannya.

Dari PLC Omron CPM1 tentunya menggunakan CIF01 sebagai port komunikasi serial.

DASSIDirect untuk PLC Siemens S7 200

Koneksi antara WW InTouch dan PLC Siemens S7 200 tidak bisa menggunakan komunikasi serial biasa, namun harus dengan modul komunikasi Ethernet (agak ironis karena harganya lebih mahal dari PLCnya). Kebetulan tahun lalu lab kami membelinya sehingga bisa mencobanya. Untuk topic name menggunakan “DASSIDirect”, dan pilihan protokol dengan SuiteLink (bukan DDE). Berikut ini konfigurasinya. Continue reading

Pesan untuk mahasiswa : pelajaran dari “Lomba Pemrograman PLC”

Setiap 1  sampai 2 tahun sekali, jurusan Teknik Fisika ITB mengadakan lomba pemrograman PLC. Kebetulan saya selalu bertugas membimbing mahasiswa di jurusan saya (Elektro – UK Petra). Kami pernah sekali mendapat juara ke 2 di tahun 2007, namun 2 tahun terakhir tim kami gagal karena selalu kandas di babak penyisihan. Namun demikian, ijinkan saya menuliskan pesan untuk rekan – rekan mahasiswa, maupun pelajaran yang saya dapatkan dari lomba PLC ini.

Lomba semacam ini sangat baik untuk mengasah ketrampilan teknis mahasiswa, karena mereka ditantang untuk mengerjakan soal – soal tingkat advance dalam waktu yang relatif singkat. Selain ketrampilan teknis, hal – hal yang bersifat soft skill seperti : ketekunan, kerja sama tim, juga memegang peranan penting dalam mengikuti lomba ini. Berikut beberapa hal (yang menurut saya) harus dimiliki mahasiswa untuk dapat “berbicara” di lomba ini.

Memahami teknik pemrograman PLC tingkat dasar dan lanjut

Pemrograman PLC tingkat dasar (menurut saya) meliputi pemrograman dalam bit (menggunakan standard dan special contact – coil), Timer (on delay, off delay, pulse, dll), Counter (up, down, up-down).

Untuk kasus PLC Siemens S7-300 yang digunakan untuk lomba kemarin, diperlukan juga pemahaman untuk mengambil ET (Elapsed Time) dari Timer dan CV (Current Value) dari Counter. Data ET dan CV sudah berupa data analog. Dimana nilainya bisa digunakan untuk bit Comparator (>, <, =, dst).

Sedang pemrograman tingkat lanjut meliputi pemrograman dengan data berbentuk Word maupun Double Word, seperti : Continue reading

Koneksi Wonderware InTouch dengan MS SQL Server Database

Dalam buku saya tentang dasar pemrograman Wonderware InTouch, saya sempat menuliskan tentang koneksi antara InTouch dengan MS Access Database beserta pemrogramannya. Bagaimana jika program tersebut dihubungkan dengan MS SQL Server Database?

Secara umum, untuk tersambung dengan Database, berikut ini langkah – langkah umum yang harus kita lakukan :

1. Koneksi dengan Database

Hal ini dilakukan dengan instruksi SQLConnect() dan SQLDisconnect(). Prinsipnya di sini kita memilih database yang ingin kita hubungkan dengan InTouch. Untuk MS Access, hal ini dilakukan dengan pengaturan DSN (Data Source Name) di ODBC. Continue reading