Codesys: software “terbaik” untuk belajar pemrograman PLC

Sebagai dosen, saya selalu mencari software yang cocok untuk digunakan oleh mahasiswa untuk belajar pemrograman PLC. Paling tidak ada 3 syarat:

  1. Gratis dan legal
  2. Dapat digunakan untuk membuat program yang relatif kompleks pada PLC (menggunakan instruksi analog, memprogram dengan bahasa selain ladder diagram, dll)
  3. Dilengkapi dengan simulator supaya mahasiswa bisa memprogram tanpa PLC dimanapun mereka berada

Sudah lama saya mendengar tentang Codesys, namun baru beberapa minggu lalu saya ada kesempatan untuk mempelajarinya. Mantan mahasiswa saya yang bekerja sebagai automation engineer di Belanda juga menyarankan pada saya untuk menggunakan program ini di kelas.

Ternyata benar, Codesys melampau ekspektasi saya.

Download dan instalasi

Codesys dapat di-download secara gratis (dan legal) dengan  melakukan registrasi terlebih dahulu pada web Codesys. Setelah itu, anda bisa mendownload “Codesys Development System V3” di link berikut. Versi ini ialah versi terbaru saat tulisan ini dibuat, dan dapat mengakomodasi berbagai versi Windows (termasuk Windows 10 64 bit).

Setelah selesai, anda bisa melakukan instalasi layaknya program pada Windows. Proses download dan instalasi memakan waktu cukup lama karena ukuran file yang relatif besar (lebih dari 1 GB).

Codesys mengadopsi standar pemrograman PLC 61131-3

Pada mulanya saya hanya mengharapkan bisa menggunakan Codesys untuk memprogram PLC dengan ladder diagram menggunakan instruksi – instruksi lanjut/analog. Lebih dari itu, Codesys ternyata mengadopsi sepenuhnya standar pemrograman PLC 61131-3 [1]. Hal ini berarti Codesys mendukung beberapa fitur berikut.

Perlunya deklarasi tipe data untuk setiap “obyek” pada pemrograman. Berikut ini contoh tag name pada Codesys dan tipe datanya.

Standar ini juga mendorong penggunaan variables lokal dan global pada pemrograman. Variabel umumnya digunakan untuk mewakili input/output fisik PLC.

Pada standar 61131-3, dalam sebuah configuration untuk memecahkan suatu masalah kontrol, bisa digunakan lebih dari satu resources yang terdiri dari beberapa programs untuk menyelesaikan beberapa tasks. Hal ini berarti Codesys dapat digunakan untuk membuat beberapa program untuk beberapa PLC untuk menyelesaikan masalah yang kompleks.

Bahasa pemrograman yang dapat digunakan pada standar ini meliputi: ladder diagram, structure text, instruction list, dan function block diagram. Selain itu juga disediakan sequential function chart yang bersifat menunjukkan gambaran global suatu sistem. Codesys memfasilitasi semua bahasa pemrograman tersebut.

Simulator pada Codesys

Setelah membuat program, kita perlu melakukan simulasi untuk memastikan benar tidaknya program tersebut. Codesys memiliki fitur simulasi, sehingga tidak perlu ada PLC fisik untuk melihat hasil eksekusi program. 

Posting – posting saya berikutnya akan membahas lebih jauh tentang penggunaan Codesys untuk memprogram PLC.

Sumber:

  1. http://www.plcopen.org/pages/promotion/publications/downloads/intro_iec_march2013.pdf

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s