Sertifikasi Kompetensi Bidang Automasi Industri di Indonesia

10 tahun yang lalu saya menuliskan posting singkat tentang sertifikasi bidang automasi industri di luar negeri yang diberikan oleh ISA (International Society of Automation). Beberapa teman yang bekerja sebagai automation engieneer di industri juga menyinggung sertifikasi otomasi dari TUV – Rheinland yang diakui secara internasional (misalnya di link berikut, dan berikut) dengan biaya yang cukup mahal.

Bagaimana dengan sertifikasi serupa di Indonesia?

Bersyukur, atas budi baik mantan dosen pembimbing S1 saya – Pak Josaphat Pramudijanto, saya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan asesor kompetensi dari BNSP minggu lalu dengan fokus pada kompetensi PLC. Pada posting ini saya ingin sedikit berbagi tentang beberapa pelajaran yang saya dapatkan.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Di Indonesia, ceritanya dimulai dari pembuatan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yang dicetuskan karena adanya ketidaksinkronan lulusan sekolah atau universitas dengan dunia kerja. Singkatnya, lulusan baru tidak siap kerja. Adanya SKKNI akan membantu lembaga pendidikan atau peserta ajar untuk memastikan bahwa kompetensi (gabungan skill, knowledge, dan attitude) yang dimilikinya akan bermanfaat di dunia kerja.

Continue reading

Integrasi PLC Siemens S7 1200 ke sistem IOT via Simatic IOT 2000 dan NodeRed (Bagian 2)

Setelah membahas pengenalan dan konfigurasi IOT 2000 pada posting sebelumnya, kali ini saya akan menghubungkan PLC Siemens S7 1200 dan IOT 2040 melalui NodeRed. NodeRed ialah sebuah flow-based programming tool yang dapat menghubungkan berbagai hardware IOT, API, dan online services.

Pada percobaan ini saya menggunakan beberapa peralatan berikut di laboratorium kami di Teknik Elektro UK Petra:

  • IOT 2040 yang memiliki 2 buah ethernet port
  • PLC Siemens S7 1200 tipe 1215C yang memiliki 2 buah ethernet port
  • 1 PC dengan 1 buah ethernet port

Berikut ini diagram blok dengan IP masing – masing device.

Seperti tampak pada gambar di atas, hubungan antar port dapat terjadi jika keduanya berada dalam 1 jaringan (lokal). Static IP pada port 1 dan port 2 dari IOT 2040 dapat diberikan berbeda satu dengan yang lain, bahkan yang berbeda jaringan sekalipun. Meskipun pada konfigurasi di atas jaringan dapat dilakukan secara ad hoc, akan lebih baik jika digunakan suatu switch di mana seluruh devices terhubung ke switch tersebut.

Sebelum dapat terhubung seluruh komponen sistem, ada tahapan konfigurasi dan pemrograman yang anda harus lakukan. Continue reading

Integrasi PLC Siemens S7 1200 ke sistem IOT via Simatic IOT 2000 dan NodeRed (Bagian 1)

Internet of things (IOT) menjadi salah satu trend teknologi di era industry 4.0. PLC Siemens S7 1200 juga dapat dihubungkan ke sistem IOT dengan berbagai cara, salah satunya dengan memanfaatkan produk  Industrial IOT gateway milik Siemens sendiri: Simatic IOT 2000. Perangkat keras lain (misalnya RaspberryPi) juga dapat digunakan, hanya produk dari Siemens ini sudah didesain sedemikan rupa sehingga reliable untuk digunakan terus menerus di pabrik.

Ada beberapa cara untuk menghubungkan S7 1200 ke IOT 2000, salah satunya ialah dengan menggunakan bahasa C++ (dengan library tertentu) untuk komunikasi keduanya. Namun demikian, dengan munculnya NodeRed (open source programming tool buatan IBM untuk menghubungkan berbagai hardware pada IOT) yang sangat user friendly, maka sebagian besar developer menggunakannya untuk keperluan tersebut.

Pada posting bagian pertama ini akan dijelaskan pengenalan dan konfigurasi IOT 2000. Sedang pada bagian ke dua nanti akan dijelaskan bagaimana proses koneksi S7 1200 dengan IOT 2000 secara detail.

Pengenalan IOT 2000

IOT 2000 dibuat Siemens sebagai gateway untuk menjembatani peralatan di level produksi dengan cloud atau bagian IT suatu perusahaan. Komunikasi dapat terjadi 2 arah: IOT 2000 dapat mengirimkan data dari plantfloor ke cloud, dan IOT 2000 juga dapat mengirimkan data yang telah dianalisa cloud ke bagian kontrol produksi. Berikut ini bagan detail fungsi IOT 2000.

Sumber: https://w3.siemens.com/mcms/pc-based-automation/en/industrial-iot/pages/default.aspx

Continue reading

Koneksi Wonderware InTouch dengan PLC Siemens S7 1200 via OPC

Dalam posting ini saya ingin menjelaskan koneksi Wonderware InTouch dengan PLC Siemens S7 1200 via OPC (dengan bantuan KepServerEx). Hampir 7 tahun yang lalu saya menulis posting serupa untuk PLC Siemens S7 200. Saat itu sebagai OPC client digunakan produk “OPC Link” yang saat ini sudah digantikan oleh “Factory Suite Gateway”.

Berikut ini video yang menampilkan bagaimana mengubah status I/O fisik di PLC Siemens S7 1200 dapat ditampilkan pada Wonderware InTouch dengan protokol OPC.

Untuk mengkomunikasikan InTouch dan S7 1200 dengan protokol OPC, diperlukan OPC server (KepServerEx) dan OPC Client (FS Gateway). OPC Server bertugas untuk mengumpulkan data dari hardware PLC dan mengubahnya dalam format OPC. Sedang OPC Client bertugas untuk membaca data dari OPC server tersebut dan mengirimkannya ke HMI (InTouch). Berikut ini beberapa pengaturan yang perlu dilakukan. Diagram hubungan lengkap antar software dan hardware dapat dilihat di bawah.

Continue reading

Simulasi I/O pada Wonderware InTouch dengan KepServerEx 6.6

Saat memprogram HMI dengan Wonderware InTouch, jika kita tidak memiliki PLC dengan I/O fisik, kita bisa melakukan simulasi I/O (salah satunya) dengan KepServerEx. Posting kali ini akan membahas hal tersebut, dengan asumsi anda memahami bagaimana memprogram Wonderware InTouch. Tulisan sdr. Amar berikut membantu saya untuk melakukan konfigurasi.

KepServerEx ialah sebuah program yang menyediakan OPC server dan OPC client dengan demo version yang dapat digunakan selama 2 jam. OPC ialah protokol terbuka yang dapat digunakan untuk komunikasi berbagai brand peralatan atau software otomasi industri. Anda bisa membaca posting lama saya tentang OPC dan KepServerEx di sini.

Pengaturan di KepServerEx 6.6

Bukalah halaman “KepServerEx Configuration”. Pada bagian “Connectivity” lakukan klik kanan, dan pilih “New Channel” untuk membuat Channel baru.

Continue reading

Automation in sport and entertainment (student project)

Akhir 2018 yang lalu, setelah 5 tahun off karena studi lanjut, saya dan para mahasiswa MK Automasi 1 kembali mengadakan pameran tugas akhir kuliah dengan tema “Automation in Sport and Entertainment”. Dalam waktu kurang dari 2 bulan, kelompok mahasiswa (beranggotakan 2 – 3 orang) harus merancang prototipe sistem otomatis di bidang olah raga dan hiburan.

Berikut ini beberapa hasil karya mereka yang cukup menarik.

Automatic ping pong trainer (Aaron, Alex, Keyson)

Mesin ini dapat membantu atlet tenis meja untuk berlatih secara mandiri. Bola ping pong akan  dilontarkan dari 3 pipa (dengan motor servo) yang berbeda secara acak. Disediakan 6 buah lobang dengan lampu di bagian atasnya. Pemain harus memasukkan bola ke dalam lobang dengan lampu yang menyala. Tersedia 3 level permainan: slow, medium, fast yang dapat disesuaikan dengan tingkat kemahiran pemain.

Berikut ini video singkatnya:

Continue reading