Featured post

(Promosi) Kembangkan Diri dengan Pelatihan Online Automasi Industri

Jika Anda ingin mengisi waktu dengan produktif serta menambah knowledge dan skill baru yang bermanfaat di dunia kerja, silahkan mengikuti “Pelatihan Online Automasi Industri” gratis dan berbayar dari  https://learnautomation.web.id/.

Jenis pelatihan yang Anda dapat ikuti:

  • Pemrograman Zelio Logic – Tingkat Dasar (online videos saja)
  • Pemrograman PLC M221 Modicon – Tingkat Dasar (online videos + 4 sesi video conference)
  • Pemrograman HMI Magelis Schneider – Tingkat Dasar (online videos + 3 sesi video conference)
  • Pemrograman SCADA dengan Wonderware InTouch – Tingkat Dasar  (online videos + 4 sesi video conference)

Beberapa benefit yang saat ini dapat Anda peroleh:

  • Discounted price (selama masa work from home)
  • Kumpulan online video juga slides dan program yang dapat di-download
  • 90 menit video conference dengan trainer per sesi selama pelatihan
  • Kelompok ukuran kecil (1-5 orang) supaya belajar lebih optimal

Untuk info lengkap kunjungi https://learnautomation.web.id/ atau kontak via WA (Handy – 0812 3567 0244). Terima kasih!

Pelatihan Online Gratis: Pemrograman Zelio Logic – Tingkat Dasar

Jika Anda memiliki waktu luang selama masa Work/Study from Home belakangan ini, silahkan mengikuti pelatihan online gratis: “Pemrograman Zelio Logic – Tingkat Dasar”.

Meski Zelio Logic bukanlah PLC, namun Smart Relay, Anda bisa memanfaatkannya untuk mempelajari prinsip – prinsip pemrograman PLC. Apa yang Anda buat di Zelio Soft, programmer software untuk Zelio Logic, nantinya dapat ditulis ulang pada PLC yang lain, dengan prinsip kerja yang sama.

Ada 3 alternatif cara untuk mengikuti kuliah online gratis ini:

    1. Mengunjungi: http://learnautomation.web.id dan mengikuti prosedur pendaftaran (gratis). Web yang saya kembangkan ini menggunakan plug in Learning Management System, sehingga akan lebih mudah bagi peserta untuk bertanya ataupun tracking progress belajarnya.
    2. Melalui halaman Pelatihan Online Gratis di web ini. Anda bisa langsung menyimak video – video terkait di sana, dan mengajukan pertanyaan di bagian comments.
    3. Mellihat video – video dalam YouTube playlist yang sudah saya buat pada channel “Learn Automation”. Pertanyaan bisa anda ajukan di halaman masing – masing video YouTube tersebut:

Selamat belajar, semoga bermanfaat!

Automation for Disaster Prevention and Mitigation (Student Projects)

Posting ini menampilkan tugas mahasiswa di kuliah Automasi 1 (Teknik Elektro – UK Petra) yang dipamerkan pada 3 Desember 2019 yang lalu.

Selama 7 minggu, tim mahasiswa (berjumlah 2 – 3 orang) harus mendesain dan membuat sistem otomatis untuk mencegah ataupun melakukan mitigasi terhadap bencana alam. Total ada 11 kelompok yang mengikuti pameran, namun saya hanya akan menampilkan 4 saja pada posting kali ini.

Sebagai catatan, karena ini hanya tugas kuliah, ada banyak hal yang disederhanakan. Tujuan utamanya ialah memicu kreativitas dan memberi latihan praktis untuk memprogram dan merealisasikan sistem otomatis berbasis PLC (Programmable Logic Controller)

Flood prevention system

Vicky, Stephen, dan Yansen menampilkan maket yang paling rapi pada pameran kali ini. Mereka membuat sistem yang mampu mencegah banjir dengan membuka – tutup pintu air ataupun mengaktifkan tembok buatan secara otomatis.

Berikut ini video sistem mereka.

Continue reading

Sertifikasi Kompetensi Bidang Automasi Industri di Indonesia

10 tahun yang lalu saya menuliskan posting singkat tentang sertifikasi bidang automasi industri di luar negeri yang diberikan oleh ISA (International Society of Automation). Beberapa teman yang bekerja sebagai automation engieneer di industri juga menyinggung sertifikasi otomasi dari TUV – Rheinland yang diakui secara internasional (misalnya di link berikut, dan berikut) dengan biaya yang cukup mahal.

Bagaimana dengan sertifikasi serupa di Indonesia?

Bersyukur, atas budi baik mantan dosen pembimbing S1 saya – Pak Josaphat Pramudijanto, saya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan asesor kompetensi dari BNSP minggu lalu dengan fokus pada kompetensi PLC. Pada posting ini saya ingin sedikit berbagi tentang beberapa pelajaran yang saya dapatkan.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Di Indonesia, ceritanya dimulai dari pembuatan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yang dicetuskan karena adanya ketidaksinkronan lulusan sekolah atau universitas dengan dunia kerja. Singkatnya, lulusan baru tidak siap kerja. Adanya SKKNI akan membantu lembaga pendidikan atau peserta ajar untuk memastikan bahwa kompetensi (gabungan skill, knowledge, dan attitude) yang dimilikinya akan bermanfaat di dunia kerja.

Continue reading

Integrasi PLC Siemens S7 1200 ke sistem IOT via Simatic IOT 2000 dan NodeRed (Bagian 2)

Setelah membahas pengenalan dan konfigurasi IOT 2000 pada posting sebelumnya, kali ini saya akan menghubungkan PLC Siemens S7 1200 dan IOT 2040 melalui NodeRed. NodeRed ialah sebuah flow-based programming tool yang dapat menghubungkan berbagai hardware IOT, API, dan online services.

Pada percobaan ini saya menggunakan beberapa peralatan berikut di laboratorium kami di Teknik Elektro UK Petra:

  • IOT 2040 yang memiliki 2 buah ethernet port
  • PLC Siemens S7 1200 tipe 1215C yang memiliki 2 buah ethernet port
  • 1 PC dengan 1 buah ethernet port

Berikut ini diagram blok dengan IP masing – masing device.

Seperti tampak pada gambar di atas, hubungan antar port dapat terjadi jika keduanya berada dalam 1 jaringan (lokal). Static IP pada port 1 dan port 2 dari IOT 2040 dapat diberikan berbeda satu dengan yang lain, bahkan yang berbeda jaringan sekalipun. Meskipun pada konfigurasi di atas jaringan dapat dilakukan secara ad hoc, akan lebih baik jika digunakan suatu switch di mana seluruh devices terhubung ke switch tersebut.

Sebelum dapat terhubung seluruh komponen sistem, ada tahapan konfigurasi dan pemrograman yang anda harus lakukan. Continue reading

Integrasi PLC Siemens S7 1200 ke sistem IOT via Simatic IOT 2000 dan NodeRed (Bagian 1)

Internet of things (IOT) menjadi salah satu trend teknologi di era industry 4.0. PLC Siemens S7 1200 juga dapat dihubungkan ke sistem IOT dengan berbagai cara, salah satunya dengan memanfaatkan produk  Industrial IOT gateway milik Siemens sendiri: Simatic IOT 2000. Perangkat keras lain (misalnya RaspberryPi) juga dapat digunakan, hanya produk dari Siemens ini sudah didesain sedemikan rupa sehingga reliable untuk digunakan terus menerus di pabrik.

Ada beberapa cara untuk menghubungkan S7 1200 ke IOT 2000, salah satunya ialah dengan menggunakan bahasa C++ (dengan library tertentu) untuk komunikasi keduanya. Namun demikian, dengan munculnya NodeRed (open source programming tool buatan IBM untuk menghubungkan berbagai hardware pada IOT) yang sangat user friendly, maka sebagian besar developer menggunakannya untuk keperluan tersebut.

Pada posting bagian pertama ini akan dijelaskan pengenalan dan konfigurasi IOT 2000. Sedang pada bagian ke dua nanti akan dijelaskan bagaimana proses koneksi S7 1200 dengan IOT 2000 secara detail.

Pengenalan IOT 2000

IOT 2000 dibuat Siemens sebagai gateway untuk menjembatani peralatan di level produksi dengan cloud atau bagian IT suatu perusahaan. Komunikasi dapat terjadi 2 arah: IOT 2000 dapat mengirimkan data dari plantfloor ke cloud, dan IOT 2000 juga dapat mengirimkan data yang telah dianalisa cloud ke bagian kontrol produksi. Berikut ini bagan detail fungsi IOT 2000.

Sumber: https://w3.siemens.com/mcms/pc-based-automation/en/industrial-iot/pages/default.aspx

Continue reading

Koneksi Wonderware InTouch dengan PLC Siemens S7 1200 via OPC

Dalam posting ini saya ingin menjelaskan koneksi Wonderware InTouch dengan PLC Siemens S7 1200 via OPC (dengan bantuan KepServerEx). Hampir 7 tahun yang lalu saya menulis posting serupa untuk PLC Siemens S7 200. Saat itu sebagai OPC client digunakan produk “OPC Link” yang saat ini sudah digantikan oleh “Factory Suite Gateway”.

Berikut ini video yang menampilkan bagaimana mengubah status I/O fisik di PLC Siemens S7 1200 dapat ditampilkan pada Wonderware InTouch dengan protokol OPC.

Untuk mengkomunikasikan InTouch dan S7 1200 dengan protokol OPC, diperlukan OPC server (KepServerEx) dan OPC Client (FS Gateway). OPC Server bertugas untuk mengumpulkan data dari hardware PLC dan mengubahnya dalam format OPC. Sedang OPC Client bertugas untuk membaca data dari OPC server tersebut dan mengirimkannya ke HMI (InTouch). Berikut ini beberapa pengaturan yang perlu dilakukan. Diagram hubungan lengkap antar software dan hardware dapat dilihat di bawah.

Continue reading

Simulasi I/O pada Wonderware InTouch dengan KepServerEx 6.6

Saat memprogram HMI dengan Wonderware InTouch, jika kita tidak memiliki PLC dengan I/O fisik, kita bisa melakukan simulasi I/O (salah satunya) dengan KepServerEx. Posting kali ini akan membahas hal tersebut, dengan asumsi anda memahami bagaimana memprogram Wonderware InTouch. Tulisan sdr. Amar berikut membantu saya untuk melakukan konfigurasi.

KepServerEx ialah sebuah program yang menyediakan OPC server dan OPC client dengan demo version yang dapat digunakan selama 2 jam. OPC ialah protokol terbuka yang dapat digunakan untuk komunikasi berbagai brand peralatan atau software otomasi industri. Anda bisa membaca posting lama saya tentang OPC dan KepServerEx di sini.

Pengaturan di KepServerEx 6.6

Bukalah halaman “KepServerEx Configuration”. Pada bagian “Connectivity” lakukan klik kanan, dan pilih “New Channel” untuk membuat Channel baru.

Continue reading

Automation in sport and entertainment (student project)

Akhir 2018 yang lalu, setelah 5 tahun off karena studi lanjut, saya dan para mahasiswa MK Automasi 1 kembali mengadakan pameran tugas akhir kuliah dengan tema “Automation in Sport and Entertainment”. Dalam waktu kurang dari 2 bulan, kelompok mahasiswa (beranggotakan 2 – 3 orang) harus merancang prototipe sistem otomatis di bidang olah raga dan hiburan.

Berikut ini beberapa hasil karya mereka yang cukup menarik.

Automatic ping pong trainer (Aaron, Alex, Keyson)

Mesin ini dapat membantu atlet tenis meja untuk berlatih secara mandiri. Bola ping pong akan  dilontarkan dari 3 pipa (dengan motor servo) yang berbeda secara acak. Disediakan 6 buah lobang dengan lampu di bagian atasnya. Pemain harus memasukkan bola ke dalam lobang dengan lampu yang menyala. Tersedia 3 level permainan: slow, medium, fast yang dapat disesuaikan dengan tingkat kemahiran pemain.

Berikut ini video singkatnya:

Continue reading

Penjualan Software Wonderware (original)

Setelah 4 tahun lebih vakum, saya kembali mendapat kepercayaan dari PT. Trimaxindo Adimitra (distributor resmi Wonderware) untuk menjual software original Wonderware.

Berikut ini penjelasan detailnya:

  • Nama produk: Wonderware InTouch 2017 and DA Servers 2014 R2 with SP1 (Installation Media), PN 06-7247
  • 1 paket software berisi 2 keping DVD dengan rincian

1. Wonderware System Platform 2017, meliputi:

  • System Platform 2017
  • InTouch 2017
  • Historian 2017
  • Historian Client 2017
  • Application Server 2017

2. Wonderware Device Integration 2014 R2 with SP1

Continue reading

Cara mudah belajar otomasi industri bagi Anda yang sibuk

Disclaimer: posting ini berisi penawaran produk pelatihan online kami melalui “learnautomation.web.id”

Bagaimana caranya belajar otomasi industri di sela – sela kesibukanku?

Pertanyaan di atas mungkin tidak relevan jika Anda adalah mahasiswa (atau alumni) dari jurusan tertentu yang memiliki mata kuliah terkait otomasi industri dan dilengkapi dengan laboratorium yang representatif. Anda bisa langsung belajar melalui perkuliahan dan praktikum atau terlibat dalam proyek penelitian yang relevan.

Namun tidak demikian jika Anda memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda, namun “harus mempelajari otomasi industri karena tuntutan karier dan pekerjaan. Dalam kasus seperti ini, umumnya solusinya ialah

  1. Belajar mandiri dari buku dan bahan – bahan dari internet
  2. Mengikuti pelatihan otomasi industri di kampus atau training provider lainnya

Kendala untuk mempelajari otomasi industri

Belajar mandiri dari buku ialah cara yang paling murah dan ideal jika Anda memiliki banyak waktu dan latar belakang pengetahuan yang cukup. Biasanya mahasiswa atau alumni yang belum bekerja full time masuk dalam kategori ini. Saya telah menulis beberapa buku tentang otomasi yang cocok untuk dipelajari oleh orang – orang dalam kategori ini. Continue reading

Codesys: software “terbaik” untuk belajar pemrograman PLC

Sebagai dosen, saya selalu mencari software yang cocok untuk digunakan oleh mahasiswa untuk belajar pemrograman PLC. Paling tidak ada 3 syarat:

  1. Gratis dan legal
  2. Dapat digunakan untuk membuat program yang relatif kompleks pada PLC (menggunakan instruksi analog, memprogram dengan bahasa selain ladder diagram, dll)
  3. Dilengkapi dengan simulator supaya mahasiswa bisa memprogram tanpa PLC dimanapun mereka berada

Sudah lama saya mendengar tentang Codesys, namun baru beberapa minggu lalu saya ada kesempatan untuk mempelajarinya. Mantan mahasiswa saya yang bekerja sebagai automation engineer di Belanda juga menyarankan pada saya untuk menggunakan program ini di kelas.

Ternyata benar, Codesys melampau ekspektasi saya.

Download dan instalasi

Codesys dapat di-download secara gratis (dan legal) dengan  melakukan registrasi terlebih dahulu pada web Codesys. Setelah itu, anda bisa mendownload “Codesys Development System V3” di link berikut. Versi ini ialah versi terbaru saat tulisan ini dibuat, dan dapat mengakomodasi berbagai versi Windows (termasuk Windows 10 64 bit). Continue reading

Organisasi Program pada PLC

Catatan: tulisan ini adalah postingan pertama saya setelah hampir 4.5 tahun vakum karena studi lanjut. I’m back now! 🙂 

Pernahkah anda membuat program PLC yang sangat panjang karena sistem yang anda buat sangat kompleks? Ada kalanya program yang panjang tidak bisa dihindari, namun sangat baik jika Anda sebagai PLC programmer mencari cara untuk membuat program anda lebih pendek/efisien.

sumber gambar: https://bit.ly/2QSXCdm

Mengapa?

Seperti halnya pemrograman dengan bahasa konvensional (misalnya C atau Pascal), programmer bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dengan memecah programnya menjadi bagian – bagian kecil (di bahasa C disebut functions) karena [3]:

  • Reusability – bagian program tertentu yang sering berulang tidak perlu dibuat berkali – kali, namun cukup dibuat dalam 1 fungsi (function) yang nantinya dapat dipanggil jika diperlukan. Hal ini membuat pemrograman lebih efisien.
  • Abstraction – kita dapat “menyembunyikan” detail yang kompleks bagi “pengguna” fungsi pada program kita. User hanya perlu mengetahui:
    1. Nama fungsi
    2. Apa yang dikerjakan fungsi tersebut
    3. Parameter input dari fungsi
    4. Outout yang dihasilkan fungsi
  • Easy to debug – melakukan pencarian kesalahan pada program yang pendek tentunya jauh lebih mudah dari pada program yang sangat panjang

Continue reading

Mohon maaf, sedang studi lanjut

Rekan – rekan pemerhati blog “learn automation” yang budiman,

sorry

Mohon maaf jika sekitar 3 bulan ini saya tidak aktif di blog (tidak ada posting baru, terlambat melakukan approve, tidak merespons SMS/email rekan – rekan), karena mulai 16 November 2013 lalu saya ada di Sydney untuk menempuh studi Ph.D. di University of New South Wales.

Bidang penelitian yang saya ambil terkait penerapan machine learning pada robot, jadi berbeda cukup jauh dengan “hobi” saya di otomasi. Saya berharap masih ada hal – hal yang bisa saya share (meski tidak banyak) selama studi di sini. Mohon maaf sekali lagi jika blog ini tidak akan seaktif dulu terkait kesibukan dan bidang baru yang saya tekuni untuk penelitian.

Perjalanan hidup saya selama studi bisa disimak di handywicaksono.wordpress.com

Mohon doa restu rekan – rekan semua! Salam dari Sydney 🙂